Raksasa Internet Google meluncurkan Ramaya.na, sebuah eksperimen di
peramban Chrome, yang menyuguhkan cerita epik Ramayana kemarin. Kisah
klasik dari India yang populer di Asia Tenggara itu diadaptasikan pada
browser web melalui HTML5 dan Javascript dengan animasi interaktif.
“Cerita ini terus dikisahkan dalam berbagai bentuk, melalui seni
tari, wayang, juga dalam bentuk film dan serial TV,” demikian tertulis
dalam rilis Google yang diterima kemarin. “Google telah mengadaptasikan
Ramayana untuk dunia modern yang berteknologi tinggi.”
Untuk memberi sentuhan modern pada kisah kuno ini, Google menggunakan
produk-produknya, seperti Maps (Peta), Chat, dan elemen khusus Chrome,
seperti Incognito Mode dan Omnibox. Misalnya, ketika ayah Shinta membuat
pengumuman resmi untuk mencari pria yang berkenan meminang putrinya, ia
mengumumkan kepada seluruh kerajaan melalui Google Chat.
Ketika Rahwana berusaha menjebak Shinta dengan menyamar sebagai
seorang biksu, Rahwana menggunakan Chrome Incognito Mode yang
memungkinkan dirinya mendapatkan identitas yang berbeda.
Seperti dijelaskan, pihak Google terinspirasi oleh eksperimen Chrome
yang mengimajinasi ulang sebuah video musik, seperti The Wilderness
Downtown dan Three Dreams of Black. Dalam hal ini, alur cerita dasar
Ramayana dan karakternya disesuaikan dengan masa kini, seperti
berkomunikasi dengan teman lewat chatting atau mencari lokasi-lokasi
baru melalui Google Maps.
Sejauh ini, Google Chrome menjadi peramban yang paling banyak
digunakan di seluruh dunia. Menurut situs Statcounter, Chrome
mencatatkan traffic sekitar 32,76 persen, sedangkan Internet Explorer,
yang keberadaannya sudah tersedia secara langsung pada sistem operasi
Windows, hanya sekitar 31,94 persen. Pengguna terbesar Chrome tercatat
berasal dari kawasan Asia dan Amerika Selatan. Di Amerika Selatan,
penggunaan Chrome mencapai 50 persen.
Google Angkat Cerita Ramayana Dalam Browser Chrome
Diposting oleh
Rider Santuy
Label: technology
0 komentar:
Posting Komentar
berikan komentar kamu disini